Pembangunan Masjid di Afrika - Indonesia Peduli Afrika

Golden Future Indonesia

Akun terverifikasi

Sedekah Jariyyah

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”

(HR. Muslim no. 1631)

DONASI SEKARANG

Uganda terletak di Afrika Timur dengan Kampala sebagai ibukotanya. Data di tahun 2020 jumlah penduduk Uganda tercatat sebanyak 45,74 juta jiwa.

Islam menjadi agama minoritas dengan persentase sebanyak 14 %. Secara ringkas Islam masuk ke Uganda sekitar medio 1844. Kelompok muslim pertama yang datang adalah para pedagang dari Oman yang masuk melalui pantai timur Afrika. Rektor Universitas Islam Uganda, Ahmad Kawesa Sengendo, ungkap dia seperti dikutip situs berita arabnews (2012)

Di Uganda agama Islam mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini Juru Bicara Dewan Tertinggi Muslim Uganda, Ashraf Muvawala dikutip di Anadolu Agency, Ahad (5/9-2021), "Populasi Muslim di negara ini sedang meningkat. Karenanya, ada kebutuhan untuk membangun lebih banyak masjid baru."

Sebagai muslim, kita pasti sudah sangat paham bahwa sedekah jariyah adalah amalan yang pahalanya mengalir terus-menerus tanpa putus bahkan ketika kita sudah meninggal.

“Apabila Anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak soleh” (Hadist Riwayat Muslim)

Salah satu dari amalan di atas adalah amal jariyah, yang bisa kita wujudkan melalui berbagai cara, yaitu dengan membangun dan memakmurkan masjid.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

Pembangunan Masjid 1 di Afrika
Pembangunan Masjid 2 di Afrika

Catatan : "Semua donasi ini dikumpulkan oleh Golden Future Indonesia dan Golden Future Indonesia tidak terasosiasi dengan TikTok"